Kamis, 18 Juni 2015

Resensi Novel Manusia dan Penderitaan

Judul     : Tetaplah Bersinar, Sekalipun Langit Runtuh Esok Hari
Penulis   : Muslim Zuhdi Sa'id
Terbitan : Kuwais
Tebal      : xxii+186
Cetakan  : 2009


Kesepian, kecemasan, ketakutan, kekosongan makna adalah beberapa gejala kejiwaan yang menerpa jiwa masyarakat kontemporer. Semua itu terjadi karena sebagian besar masyarakat kontemporer kurang menyadari dan mengerti bagaimana menata hidup kearah yang lebih baik. Sebagaimana diungkapkan Lindgren, “begitu banyak situasi maupun kondisi dalam kehidupan ini yang menambah kecemasan, ketakutan, kekerdilan diri yang melanda kehidupan masyarakat kontemporer”.
Hal itu terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor- diantaranya: persaingan hidup yang ketat, tuntutan status sosial yang tinggi, semakin kurang intens hubungan keluarga karena kesibukan serta  perasaan pesimis untuk meraih cita-cita yang diimpikan. Ada ketidakseimbangan value yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Misalnya saja- masyarakat kontemporer seringkali lebih memperhatikan penampilan luar (kulit) daripada penampilan dalam (isi) dirinya.
Padahal orang-orang yang memiliki kualitas serta kredibilitas kelas dunia, seperti Nabi Isa (Jesus), Nabi Muhammad, dan Mahatma Gandhi- mereka kurang tertarik membalut tubuhnya dengan pakaian yang gemerlap dan mewah.  Mereka lebih tertarik menemukan sekuntum bunga indah dalam diri mereka ketimbang mengurusi penampilan luar yang tidak kekal dan hakiki.
Seseorang yang lebih mementingkan penampilan luar (kulit) daripada penampilan dalam (isi) dirinya, akan mudah terpukul dan hancur ketika tertimpa musibah yang menyakitkan. Kehadiran buku Tetaplah Bersinar Sekalipun Langit akan Runtuh Esok Hari, dapat menjadi salah satu alternatif jawaban bagi masyarakat kontemporer, untuk menata penampilan dalam (isi) diri, agar terbebas dari penderitaan hidup, menjalani hidup yang menyenangkan, mengisi rutinitas hidup yang menggairahkan, serta memiliki arah tujuan hidup yang jelas.
Muslim Zuhdi Said dalam buku ini memberikan contoh figur seorang yang sebelumnya adalah seorang pelaku kriminal, pecandu obat-obatan terlarang, seorang mucikari, narapidana, seorang penganut rasisme, seorang yang dibenci dan yang percaya seratus persen bahwa kulit putih itu identik dengan “dosa”. Tetapi, semua sudah berubah,  setelah dia menemukan jalan kebenaran. Orang tersebut adalah Malcolm X, dia mengganti namanya menjadi Malik El Shaabazz. Dia belajar  tentang banyak hal bagaimana memaknai dan menjalani hidup lebih baik dan positif.
Salah-satu yang menjadi spirit buku ini adalah dibalik awan mendung matahari bersinar terang. Seperti yang dialami malcolm X, kendati ia mengalami serangkaian penderitaan, kemiskinan, dan berbagai  macam bentuk kegagalan yang menyakitkan, namun ia tetap berjuang terus-menerus untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan istimewa. Melalui penderitaan, Malcoml tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Perjuangan panjang Malcolm tidak sia-sia, dia akhirnya memetik hasil jerih payahnya. Banyak penulis dan seniman yang bereputasi internasional mengelu-elukan Malcolm. Mereka terpesona dengan keteguhan hatinya dalam memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Mereka menganggap Malcolm sebagai tokoh panutan yang memperjuangkan kepentingan kaum tertindas. Meminjam ungkapan Aristoteles, "sesungguhnya semua makhluk hidup itu bergerak menuju penyempurnaan diri". Joseph Campbell juga menuturkan hal serupa; “Kita merasa sangat terpukul dan hancur ketika terjerembab ke dalam gua hitam, padahal kita akan memperoleh makna kehidupan didalamnya. Di dalam gua hitam yang membuat kita tersesat sebenarnya dapat menjadi jalan bagi kita untuk mencari harta karun kehidupan.”
Begitu banyak dan luas tema-tema pembahasan yang terdapat dalam buku ini, sehingga terkesan pembahasan dan kajian dalam buku ini kurang mendalam dan menggigit. Namun hal itu tidak mengurangi keistimewaan buku ini, karena buku ini sangat layak dibaca oleh setiap orang yang ingin meraih prestasi puncak dunia akhirat dalam berbagai bidang kehidupan, sesuai dengan potensinya. Sehingga dapat terbentuk pribadi yang sujud dimalam hari, dan berusaha maksimal disiang hari.
Buku Tetaplah Berbinar Sekalipun Langit akan Runtuh Esok Hari menarik untuk disimak karena bukan hanya secara piawai menyampaikan nilai-nilai kebijaksaan dengan pendekatan yang sederhana dan menggugah, tetapi juga penggunaan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami dan dicerna oleh sidang pembaca.

Contoh Kasus Manusia Dan Kegelisahan

Sekitar 3.000 warga Gunung Sinabung mengungsi


Sekitar 3.000 warga yang berada di sekitar Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatra Utara, mengungsi karena letusan gunung yang meningkat beberapa waktu belakangan.
Gunung ini aktif kembali pada tahun 2010 namun letusannya semakin meningkat pesat sejak awal Juni 2015. Sebelum letusan besar tahun 2010, Gunung Sinabung dalam keadaan tenang selama hampir 400 tahun lebih.
Pada akhir pekan, letusan gunung dilaporkan semakin membesar dan pada Senin 15 Juni terdapat 28 muntahan yang mengeluarkan awan dan gas panas degan kecepatan tinggi ke lereng gunung.
null
Dilaporkan terjadi 28 muntahan awan dan gas panas pada hari Senin.
null
Sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun cedera sejak meningkatnya kembali kegiatan Gunung Sinabung awal Juni.
Namun hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun yang cedera akibat meningkatnya kegiatan Gunung Sinabung.
Letusan besar yang terjadi pada Februari 2014 lalu, menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas dan ribuan orang harus mengungsi.
null
Diperkirakan masih banyak lagi warga yang harus mengungsi dalam beberapa hari mendatang.
Walau sebagian warga bisa masih kembali ke rumahnya, namun banyak yang harus pindah ke perumahan yang dibangun pemerintah Indonesia untuk para pengungsi Sinabung.
Dalam perkembangan terbaru ini diperkirakan masih akan ada warga yang harus meninggalkan rumahnya.
"Kami rencananya akan mengevakuasi lima sampai enam kampung lagi dalam beberapa hari mendatang, jumlahnya sekitar 2.500 penduduk," jelas Asep Sukarna, seorang perwira militer setempat, kepada kantor berita AFP.

Sumber :http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150615_indonesia_sinabung_pengungsi

Manusia dan Penderitaan

    Pengertian Penderitaan

     Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta “dhra” yang mempunyai arti menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Intensitas penderitaan memiliki tingkatan, ada yang berat namun ada juga yang ringan. Peranan individu juga turut menentukan berat tidaknya suatu penderitaan. Suatu kejadian atau peristiwa yang dianggap sebagai penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan juga oleh orang lain.

      Setiap orang pasti akan mengalami yang namanya penderitaan, itu karena hal tersebut sudah menjadi resiko dalam hidup. Tuhan memberikan kenikmatan dan kebahagiaan pada makhluknya dan pastilah Tuhan juga akan memberikan cobaan berupa penderitaan dan kesedihan kepada makhluknya supaya mereka sadar agar tidak lupa pada kebesaran sang pencipta-Nya. Bagi manusia yang kuat imannya dan mengalami musibah, ia akan sadar dan segera bertobat kepada Tuhannya dan bersikap pasrah pada nasib yang akan ditentukan oleh Tuhannya. Dalam sikap pasrahnya, manusia akan memperoleh kedamaian dalam hatinya sehingga penderitaan yang dialaminya secara berangsur-angsur berkurang dan bersyukur kepada Tuhannya karena tidak memberikan cobaab yang lebih berat dari yang telah dialaminya.

     Ada banyak penderitaan dalam lika-liku kehidupan manusia. Baik berupa penderitaan fisik yang bisa diatasi secara medis untuk menyembuhkannya, maupun penderitaan psikis yang penyembuhannya bergantung pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan masalah-masalah psikis yang dialaminya.

    Siksaan

     Siksaan bisa diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Siksaan yang dialami seseorang bisa juga disebut sebagai penderitaan. Di dalam Al-Qur’an juga diterangkan berbgai jenis siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki dan sebaginya seperti yang tersebut di dalam surat Al-Ankabut ayat 40: “masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh”. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena dosa-dosa yang mereka lakukan.

     Siksaan ada yang bersifat psikis, misalnya kebimbangan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila tidak bisa menentukan keputusan mana yang akan ia ambil. Lalu ada jugakesepian. Kesepiaan yang dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau dalm jiwanya walaupun ia berada didalam lingkungan yang ramai. Kemudiaan yang terakhir ketakutan. Ketakutan adalah bentuk lain dari sesuatu yang dapat membuat seseorang mengalami siksaan batain. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan dan terkesan berlebihan, rasa takut itu disebut juga sebagai phobia. Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya phobia, diantaranya :

    .  Claustrophobia dan Agoraphobia. Claustrophobia merupakan rasa takut terhadap ruang tertutup, sedangkan Agoraphobia kebalikannya yaitu takut bila berada di tempat terbuka.
    .  Gamang, yaitu ketakutan bila seseorang berada di tempat yang tinggi.
    .  Kegelapan, yaitu ketakutan bila seseorang berada ditempat yang gelap.
    .  Kesakitan, yaitu ketakutan akan rasa sakit yang dialaminya.
    .  Kegagalan, yaitu rasa takut seseorang yang disebebkan karena ia merasa bahwa apa yang akan dilakukan  olehnya pasti akan mengalami kegagalan.

     Kebanyakan phobia dimulai dengan suatu shock emosional atau tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan baru, kematian dalam keluarganya, operasi atau rasa sakit yang serius dan sebagainya.

Rasa Sakit

Rasa sakit adalah rasa yang dirasakan atau dialami oleh penderita dan setiap manusia akan selalu mengalaminya. Rasa sakit dan siksaan merupakan rentetan sebab akibatnya. Karena ada siksaan orang merasa sakit, dan karena merasa sakit orang menderita. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari rasa sakit, misalnya timbul rasa kasihan terhadap penderita, adanya rasa keprihatinan manusia, rasa social, dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan, dll.




Sumber - sumber Penderitaan 

Bila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sumber penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:


1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia  dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk dapat diperbaiki dan manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Dalam mengatasi penderitaan ini manusia dapat berusaha dengan kesabaran, tawakal, dan optimisme.
3. Terhadap orang lain
Perbuatan buruk manusia dapat menimbulkan derita bagi orang lain yang sangat mengganggu phyisik dan phisikologi orang yang menderita.
4. Terhadap alam lingkungan
Perbuatan buruk manusia terhadap alam lingkungan juga menjadi penyebab penderitaan bagi manusia lainnya, tetapi sayang manusia tidak mau menyadari perbuatannya itu. 

Upaya Menghindari Diri dari Penderitaan
      Bagaimana cara mengatasi penderitaan dan kegelisahan. Kita semua tahu bahwa penderitaan adalah menahan, menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan dan merupakan pengalaman pahit yang tidak didambakan oleh setiap manusia, sedangkan kegelisahan adalah suatu rasa tidak tentram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan dan kegelisahan. Untuk menghindari dari penderitaan dapat dilakukan dengan cara yaitu berani mengatasi kesulitan yang ada dan mengatasi masalah dengan tenang, berkomunikasi kepada orang lain, melatih berfikir dan berbuat wajar. Untuk menghindari dari rasa gelisah dapat dilakukan dengan cara mengambil hikmah dari satu pengalaman, mengintropeksi diri, serta berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan.
Upaya dalam mengatasi penderitaan juga dapat dilakukan dengan refresing dalam berbagai bentuknya seperti rekreasi, hiburan, nonton, olah raga, jalan-jalan, kumpul-kumpul, nongkrong di café, belanja menghabiskan waktu dan uang. Kedua, menyibukkan diri dalam berbagai aktifitas yang diharapkannya bisa melupakan problem-problem hidupnya untuk sementara. Ketiga, menghukum dirinya dengan duduk berjam-jam depan komputer menghabiskan waktu dengan main game, chatting atau yang paling populer sekarang, fesbukan.
Ketika penderitaan-penderitaan jiwa menghimpit seseorang pengobatannya bukan dengan memperbanyak dzikir, wirid atau membaca asma ul-husna, apalagi refreshing ke tempat-tempat hiburan. Yang seharusnya dilakukan adalah merenung dan merenung, menghisab diri (introspeksi) atas semua kesalahan, dosa, pembangkangan dan pelanggaran-pelanggaran agama yang pernah dilakukan. Tapi, ini agak sulit. Tidak mudah orang menemukan dan menyadari kesalahan-kesalahannya sendiri. Maka, cara yang benar adalah carilah orang yang bisa memberikan nasehat!! Tanyakanlah mengapa masalah demi masalah datang tak habis-habisnya, kemudian duduk, diam dan dengarkan orang yang menasehati kita. Orang yang diminta nasehat harus orang yang tepat: yang bersih hatinya, lurus hidupnya, jernih pandangannya, taat agamanya, satu kata antara hati dan perbuatannya, bisa menguasai hawa nafsunya dan tidak mencintai dunia. Dan yang penting dicatat, bukan orang (termasuk kiayi atau ahli hikmah) yang memberikan resep-resep instan agar masalah cepat selsesai, tapi yang bisa menguraikan kesalahan-kesalahan kita, membeberkan kelemahan dan kekurangan kita, yang menunjukkan keburukan-keburukan kita, yang semua menjadi penyebab yang tidak disadari (hijab ruhani) munculnya penyakit-penyakit dalam diri kita, lahir maupun batin.

Sumber :
 Buku Ilmu Budaya Dasar, Seri Diklat, Universitas Gunadarma

Manusia dan Kegelisahan

Pengertian Kegelisahan
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, ataupun cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang hatinya tidak tentram, merasa khawatir, tidak tenang dalam bertingkah laku, atau sedang dalam rasa cemas.

     Kegelisahan hanya bisa diketahui melalui tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Tingkah laku atau gerak-gerik orang yang sedang gelisah umunya lain dari biasanya. Contohnya ada yang menggerakkan kakinya terus menerus, berjalan mondar mandir, murung dan lain-lain.

     Kegelisahan juga bisa dikatakan sebagai ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan. Masalah kecemasan berkaitan juga dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang yang mengalami frustasi disebabkan karena keinginannya tidak tercapai.

 Sigmund Freud mengatakan bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :   
    . Kecemasan obyektif
Kecemasan yang disebabkan akibat dari suatu pengamatan atau suatu bahaya dari dunia luar.
    . Kecemasan neoritis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
    . Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Setiap pribadi mmiliki bermacam-macam emosi, ada iri, dengki, dendam, marah, gelisah dan sebagainya. Emosi-emosi tersebut menyebabkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah, danputus asa.

   Keterasingan

     Keterasingan berasal dari kata terasing yang berdasarkan dari kata asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan adalah hal-hal yang berkenaan dengan tersisihnya seseorang dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

     Terasing atau keterasingan merupakan bagian dari hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan. Kadar atau tingkat keterasingan seseorang dengan orang lainnya sudah pasti berbeda-beda.

     Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau karena kekurangan yang ada pada diri seseorang sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang lainnya.

     Orang yang bersikap angkuh dan sombong akan selalu tersisih dari pergaulan karena perilaku semacam itu tidak disenangi dan justru dibenci oleh masyarakat. Karena itulah orang yang memiliki sifat seperti itu akan dibenci oleh orang lain dan membuatnya tersisih dalam pergaulan.

     Kekurangan yang ada pada diri seseorang jga dapat membat keterasingan. Dalam hal ini bukan masyarakat yang membuat orang itu terasing, melainkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan atau karena kesalahan yang ia perbuat.

   Kesepian

     Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lenggang, sehingga kata kesepian dapat diartikan merasa sunyi atau lenggang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian.

     Sebab-sebab terjadinya kesepian bermacam-macam. Frustasi dapat menyebabkan kesepian. Dalam hal ini orang yang bersangkutan tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan lebih senang hidup sendiri

     Kesepian merupakan akibat dari keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala itu membuatnya dijauhi teman-teman sepergaulannya. Karena teman-temannya menjauhi dirinya maka ia hidup terasing, terpencil jauh dari keramaian sehingga kesepian.

   Ketidakpastian

     Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti yang artinya tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab yang membuat pikirannya kacau.

     Ketidakpastian tentang lulus tidaknya dalam ujian sarjana yang sudah ditunggu-tunggu pasti membuat orang yang menghadapinya menjadi gelisah. Lulus atau tidaknya ujian sarjana akan menentukan status karir seseorang dalam hidupnya. Ketidak pastian ini akan merugikan karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dulu mendapatkannya.

Sumber - sumber Kegelisahan

Bukan merupakan sebuah kepastian bahwa akar penyebab kegelisahan selalu bermula dari faktor keluarga atau metode pendidikan yang diterapkan oleh kedua orang tua. Bahkan, terkadang ia muncul dari diri penderita sendiri dan itu merupakan faktor sangat dominan dan berpengaruh dalam semua aspek keberadaan manusia sampai akhir hayatnya. Faktor penyebab kegelisahan antara lain:
Faktor kegelisan dari dalam diri seseorang antara lain:
1.        - Cinta Diri
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu, sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh  kerelaannya.
2.       - Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan  jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak
 negatifnya. 
3.      -  Gejolak Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal
 itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
Karena itu, ketika seorang anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah.
              - Rasa Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
5.        - Tidak Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan   diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri , yang kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
 
6.        - Jiwa yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.

Cara Mengatasi Kegelisahan 

Cara yang digunakan dalam mengatasi kegelisahan:
·      Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
·      Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa  kita.
·      Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya.

Sumber :
Buku Ilmu Budaya Dasar, Seri Diklat, Universitas Gunadarma

http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/

Minggu, 03 Mei 2015

Cerpen Berhubungan dengan Keindahan

Keindahan di Balik Mataku


Aku tidak pernah melihat bulan pada malam hari, matahari pun aku tidak bisa melihatnya. Mungkin cita-citaku adalah ingin melihat cahaya pada pagi hari dan melihat kupu-kupu beterbangan di taman dekat rumahku. Aku memang berbeda dengan tema-temanku, aku penderita tuna netra alias tidak bisa melihat untuk selamanya. Mungkin cita-citaku ini sangat aneh, apa yang aku inginkan adalah kebiasaan yang dilakukan anak normal. Aku tidak mempunyai teman, karena kejadian itu aku selalu mengurungkan diri di kamar pada hari Minggu.

Kejadian itu terjadi disaat aku ingin merasakan sejuknya udara di hari Minggu, di situ aku bertemu dengan anak-anak yang sering bermain di taman itu. Merek mengejukku dengan kata-kata yang menusuk hatiku “Hei, lihat orang itu! Ia buta, ia juga menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan” kata anak itu mengejekku. Aku selalu berdoa untuk diriku sendiri dan mamaku tersayang. Mama jarang sekali ada di rumah, karena kesibukannya ia sangat jarang untuk makan malam bersama di rumah. Papaku sudak meninggal sejak aku lahir, ia meninggal karena terjadi kecelakaan di tempat kerjanya.

Aku sampai lupa memperkenalkan diriku, namaku Vienna Natasya Putri. Aku lahir di daerah Jawa Barat, tepatnya di Bandung. Aku lahir dari keluarga yang cukup dan memiliki rumah di salah satu perumahan di Bandung. “Vienna, mama akan pergi ke Surabaya untuk beberapa hari. Mama janji setelah mama pulang, mama akan mengajak Vienna untuk kontrol ke dokter ya” kata mama di saat makan pagi di meja makan “Apa mama lama untuk pergi ke Surabaya?” tanyaku pada mama dengan serius “Mama di Surabaya sekitar lima harian, jangan kawatirkan mama, kamu di rumah sama Mbok Ijem, ya” jawab mama dengan penuh perhatian. “Aku percaya pada mama, mama cepat pulang ya, karena aku tidak bisa lama-lama untuk berjauhan dengan mama” aku berkata dengan sedikit meneteskan air mata, bertanda tidak ingin mama untuk pergi selama ini. “iya, mama janji akan cepat pulang” jawab mama dengan penuh kepercayaan.

Aku senang dengan perkataan mama tadi “Setelah mama pulang dari Surabaya mama akan mengajakmu kontrol ke dokter” berarti mama akan mengajak ku untuk kontrol mataku ini. Cukup bahagia diriku ini mendengarnya, berarti tidak lama lagi aku akan segera operasi. Lamunanku itu cukup mustahil bagiku, apa mama punya uang yang banyak untuk biaya operasiku, lagi pula mama hanya bilang untuk kontrol ke dokter, apa iya yang dimaksud mama itu dokter mata? Paling juga maksud mama itu dokter umum biasa dan mengotrol keadaanku saja. Itu hanya mimpiku yang tidak akan tercapai untuk selamanya.

Hari-hariku hanya di rumah, aku sekolah di SLB terdekat di rumahku. Hobiku adalah menulis puisi-puisi yang selalu bertema sedih, sedih seperti yang ku alami setiap hariku. Papa, apa papa tidak ingin melihatku. Mengapa papa pergi dulu sebelum aku lahir di dunia ini? Pikiranku melayang di angkasa saat ini, entah mengapa aku selalu seperti. Keinginanku sejak dulu adalah memang ingin bertemu dengan papa. Apa aku harus mati untuk bisa bertemu dengan papa? Anganku sungguh sudah melewati batas.

“Mbok Ijem, aku ingin sekali dibuatkan sop dan tempe goreng kesukaanku, serasa sudah satu tahun aku tidak makan itu. Apa Mbok tadi pergi ke pasar untuk membeli sayur? Mbok tidak lupa kan? Kemarin perasaan aku sudah pesan untuk dibuatkan sop” tanyaku pada Mbok Ijem dengan panjang kali lebar “Maaf Mbak Vienna, bukannya saya lupa tapi hari ini Pak Bayu tidak masuk karena sakit, jadinya Mbok tidak pergi” jawab Mbok Ijem dengan nada lirih “Ya sudah, masak seadanya aja, Mbok” kataku dengan penuh kekecewaan.

Dalam hidupku yang seperti aku selalu memiliki imajinasi yang tinggi, dengan mengimajinasikan pohon dengan pikiranku sendiri, bentuk bunga selalu berubah dalam imajinasiku, dan juga wajahku yang aku belum tahu bentuknya. Dengan keterbatasanku yang seperti ini bukan membuatku untuk berhenti bermimpi, aku memiliki sejuta impian yang ada dalam kehidupanku. Tapi, mengapa satu keinginanku ini belum bisa tercapai di kehidupanku.

“Wah! Hujan telah tiba” kataku dengan penuh kebahagiaan. “Aku ingin sekali melihat pelangi, aku ingin melihat itu!” kataku penuh dengan pengharapan. “Ahh, rasanya keinginanku sangat mustahil, tidak mungkin aku akan melihat pelangi dengan mata yang seperti ini” mustahil-mustahil, tidak akan pernah terjadi di kehidupanku.

Di saat mama pergi, aku sering sekali meneleponnya. Di saat itu juga aku sangat merindukannya. Mama pernah berkata padaku “Vienna, kapan kamu mempunyai teman jika kamu seperti ini terus. Apa kau tidak kesepian di saat mama pergi lama keluar kota?” “Mama, Vienna tidak pernah merasa kesepian karena papa selalu ada di samping Vienna, dan juga di saat mama pergi keluar kota ada Mbok Ijem yang setia bercerita tentang pengalamnya di saat muda dulu” jawabku penuh semangat. “Mama hanya kawatir, nanti kamu malah tidak mempunyai teman juga sikapmu seperti ini” “Mama jangan pernah khawatirkan aku, karena aku pasti akan seperti ini untuk selamanya dengan keterbatasanku yang tidak bisa melihat” jawabku dengan tegas. Mama hanya diam dan sedikit melamun, aku tahu sikapku ini tidak baik untuk aku lakukan.

Hujan, aku ingin melihat temanmu yaitu pelangi. Pelangi selalu ada di pikiranku, aku tidak bisa membayangkan warna indahmu di saat kau datang menghiasi langit ini. Pelangi, apa kau ingin melihatku? Apa kau juga tidak bisa melihat sepertiku? Jika kau tidak bisa melihat, kau pasti juga tidak akan bisa melihatku, sama seperti aku tidak bisa melihatmu. Pelangi apa bisa kau mengiasi kamarku ini, aku ingin menghiasi kamarku dengan warna indahmu itu. Pelangi apa kau percaya dengan mimpi? Aku belum tahu percaya atau tidak, yang jelas mimpi ku satu pun tidak ada yang tercapai. Aku khawatir dengan keadaanku yang seperti ini, apa aku gila? Mungkin iya, aku tidak percaya bahwa selama hidupku ini aku bertumpu pada mimpi-mimpiku ini. Hariku telah lewat dengan kesedihan, aku sekalipun tidak pernah melihat apa-apa. Hanya hitam dan putih yang aku lihat. Aku sangat sedih, mengapa dunia ini tidak bisa aku lihat sampai aku mati nanti.

“Mama! Mama sudah pulang!” suaraku yang sedikit menjerit bahagianya. “Iya sayang, mama sudah pulang. Ini mama bawakan oleh-oleh buatmu, Mbok Ijem, dan Pak Bayu” jawab mama yang terliihat sangat capek sekali. “Makasih ya Ma” jawabku sangat bahagia.

Hari ini aku cukup menerima kebahagiaanku. Tapi kata-kata mama sebelum berangkat ke Surabaya itu masih terbayang di benakku. Aku sangat ingin mendengarkan penjelasan dari mama, kemana sebanarnya kita mau kontrol.
“Ma, Vienna boleh tanya?” tanyaku pad mama “Apa Vienna. Kamu mau tanya apa pada mama?” “Ma, apa benar mama akan mengajakku kontrol ke dokter? Terus kita nanti akan ke dokter mana?” “Mama, akan membawamu ke dokter mata untuk memeriksa keadaan matamu itu” “Buat apa Ma? Mataku akan tetap seperti ini, tidak akan bisa melihat apa-apa” “Sayang, mama akan mencoba membuatmu bisa melihat, sebentar lagi kamu akan operasi mata” “Apa mama benar” “Buat apa mama ini bohong, buat apa juga mama ini selalu bekerja keras, hasil kerja mama, mama kumpulkan untuk operasi matamu itu” “Aku sayang mama” “Mama juga sayang Vienna”

Hari ini hari Minggu, mama mengajakku untuk segera kontrol pagi ini. Setelah berkali-kali aku kontrol ke dokter mata. Hari dimana aku akan operasi sudah di tentukan.

Hari ini adalah hari H ku di operasi. Aku sebenarnya sangat takut untuk dioperasi, tapi demi menggapai mimpi-mimpiku aku akan melakukannya. Di ruangan itu sangat ramai, banyak suara-suara orang, para perawat dan para dokter pemeriksa. Dan juga suara mesin-mesin yang membuatku takut.
“Vienna, mama ada di sampingmu” suara mama yang membuatku semakin yakin untuk melewati operasi ini. “Doakan Vienna ya Ma” pintaku pada mama. Mama hanya diam mungkin ia hanya mengangkukan kepala yang tidak bisa ku lihat.

Aku takut, tapi ternyata dokter membiusku. Sehingga aku lama-lama tidur dengan nyenyak. Tak lama aku terbangun dari biusanku itu. Tiba saat pembukaan perban di mataku, aku sangat senang pada hari itu. “Vienna, sebentar lagi kamu bisa melihat dunia ini” kata mama dengan nada lirih. “Di saat pertama kali aku melihat, aku sangat ingin melihat mama” sahutku pada mama. Tiba saat perawat telah memotong perbanku ini, ibu membuka perbanku dengan perlahan dan pasti. Di saat perbanku sudah terbuka, aku melihat sosok wajah yang cantik dan sedikit keibuan. Ya, pasti itu mama. “Mama, apa itu mama Vienna?” tanyaku pada seorang yang ada di hadapanku. “Vienna ini mama”

Ya, tidak menyangka mimpi yang tidak pernah akan terjadi sebelumnya di kehidupanku sekarang menjadi nyata dan ada. Aku bisa melihat suasana di pagi hari, di malam hari aku melihat bulan dan bintang yangmenerangi malam hari itu.
Aku sungguh bangga sebenarnya deengan keadaanku ini.

Aku sudah sekolah di Sekolah Dasar Negeri yang banyak ana-anak normal mungkin semua murid di situ tidak ada yang cacat. Berbeda dengan SLB yang semua muridnya anak-anak yang memiliki kekurangan di fisiknya. Tapi sungguh aku berterima kasih pada Tuhan, Tuhan telah mengobti mataku ini. Terima kasih Tuhan, aku sungguh menyayangi-Mu.

Terima kasih mama, engkau memang malaikatku. Aku sayang mama selamanya. Kini aku bisa melanjutkan mimpi-mimpiku yang tertunda. Aku akan menggapai cita-citaku dan bersekolah setinggi mungkin untuk membantu mama dan membahagiakan mama. Terima kasih mama.

Cerpen Karangan: Meidina Putri Pitaloka

Lagu tentang Manusia dan Cinta Kasih

Utakata Hanabi
by : ryo(supercell)

Afureru hito de nigiwau hachigatsumatsu no omatsuri
Yukata o kite geta mo haite
Karan koron oto o tateru
Fui ni agatta hanabi o futari de miageta toki
Muchuu de miteru kimi no kao o sotto usumimita no

Kimi no koto kirai ni naretara ii no ni
Kyou mitai na hi ni wa kitto
Mata omoidashite shimau yo

Konna kimochi shiranakya yokatta
Mou nido to aeru koto mo nai no ni
Aitai aitai nda
Ima demo omou kimi ga ita ano natsu no hi o

Sukoshi tsukarete futari michibata ni koshikaketara
Tooku kikoeru ohayashi no ne
Hyururira narihibiku
Yozora ni saita ooki na ooki na nishikikamuro
Mou sukoshi de natsu ga owaru
Futto setsunaku naru

Sakasama no HAATO ga uchiagatteta
Ahaha tte waraiatte
Suki da yo tte
KISU o shita

Mou wasureyou kimi no koto zenbu
Konna ni mo kanashikute
Doushite deatte shimattan darou
Me o tojireba
Ima mo kimi ga soko ni iru you de

Amai toiki
Binetsu o obiru watashi wa kimi ni koi shita
Sono koe ni sono hitomi ni
Kizukeba toki wa sugisatteku no ni
Mada kimi no omokage o sagashite

Hitorikiri de miageru hanabi ni
Kokoro ga chikuri to shita
Mou sugu tsugi no kisetsu ga
Yatte kuru yo
Kimi to miteta utakata hanabi
Ima demo omou ano natsu no hi o 


Anda dapat mengunduh lagu tersebut disini : http://www.4shared.com/mp3/E9ulRnVhba/10_Utakata_Hanabi.html